RSS
satu hati malem ini

hei huruf !

tergugah aku untuk menulis lagi
rangkaian tiap diksi
apakah itu memang kesukaanmu untuk berlari lari ?
hingga bingung terhadap pemaknaanmu sendiri
sampai saat kamu tahu bahwa posisimu carut marut
kebingungan
mau menyusun diri menjadi apa yang kemudian dapat diartikan ?
kemudian spasi memohon untuk punya kaki
lalu pergi
iya,.. barangkali tidak tahan

bergeraklah untuk jadi berarti
tidak gampang karena harus beradaptasi
tapi hal tersebut teramat pasti untuk tidak disesali

maknailah dirimu hei HURUF :)

rutinitas

segera saja saya minum segelas susu coklat hangat ini
dengan kantung mata yang menghitam, saya masih berkutat di depan layar
menulis sesuatu
entah apa.........
suara si kotak berwarna tidak cukup mengganggu aktifitas tiap malam ini
kemudian begitu cepatnya jarum jam itu bergerak, seakan 3 jam menjadi waktu yang sebentar
internet memang mengubah kehidupan...........

GRAVITASI

membuat yang lain tetap di tempat

tidak bergerak

tidak berpindah

tertata

tetap hamparan indah

dan semua yang jatuh akan tetap ke bawah

masih beralas

tanah

kemudian tidak terlalu buruk jauh dari matahari

juga petir

ditatanya air menjadi mengalir

tidak jelek juga melihat percikan itu berkumpul menjadi laut

yang kemudian panas menjadi sesuatu yang lebih ringan

dan turun lagi

dengan sesuatu yang dinamakan hujan

kemudian akan jadi apa dunia itu tanpa kamu ?

semuanya berterbangan, berhamburan, berserakan

juga orang-orang itu

gerak sana sini tiada guna

terima kasih selalu ada menjaga

semua yang ada

hingga tampak baik-baik saja

di bumi tercinta





kumala maharani , mengingat yang setiap hari ada tapi tak tampak, gravitasi

minggu tenang

minggu ini katanya minggu tenang
tapi krsan tetep aja susah masuk
katanya minggu tenang
tapi kartu masih aja harus diambil
minggu tenang
tugasnya seabrek abrek, kunjungan banyak, sampe bingung mau mulai dari mana
tenang
semua akan selesai pada waktunya nanti *sambildoa

jadi sebenernya mana minggu tenangnyaa ???

****cari ketenangan dihati masing-masing***
nb: syarat dan ketentuan berlaku


Hari Minggu

pagi menjelang siang dengan cuaca sehabis hujan juga rintik-rintik air yang enggan pergi aku bergegas menuju sebuah keramaian orang, YAP ! Pasar Beringharjo.............
aku berdesak-desakan dengan berbagai macam orang di tempat yang jarang-jarang aku kunjungi ini
melihat berbagai macam perlengkapan, dan beberapa dengan tas belanjaannya yang sampai susah untuk di tenteng
kemudian aku bergegas bertanya sana sini untuk mencari bahan untuk tugas stratplan ku ini
naik turun tangga tidak mengurangi tekadku untuk mencari si kanvas ini
dengan usaha untuk tetap mencari, akhirnya ada juga yang ngasih tau dimana harus nyari
memasuki tokonya daan melihat-lihat, ternyata banyak juga barang-barang lucu ( kalo pinter milihnya sih )
dan yang perlu digarisbawahin

dengan harga miring

nah nah berhubung ada wallstiker yang lengkap gitu kayak di sunmor ( yang sayangnya ga bangun-bangun pagi untuk bisa ke sunmor ), jadi terpikirlah untuk beli di situ, ukuran jumboo HAHA...

ada yang 3 dimensi lah, yang peraklah, sampe ga paham lagi

nah nah karna udah seneng karena barang yang dicari akhirnya ketemu juga, tentunya dengan harga terjangkau , akhirnya aku memutuskan untuk pulang..... eiiiiitssssss, tapi sebelum pulang aku beli dulu sate gajih, hahahahhaa nyam nyam nyaaaaam ( emang dasar suka makan ) , tapi ini sate emang enak sih
gatau kenapa aku nemuin kesenengan tersendiri
sambil makan dan bengong liat orang-orang disitu
ramah-ramah baik baik
keliatannya mereka nikmatin kesederhanaan yang ada di situ banget
dengan cara mereka masing2

nah disiang ini, aku nemuin itu juga, aku sempet ngerasain itu
ada kebahagiaan yang beda waktu aku lagi di amplas atau di tempat yang lain

dari situ aku jadi pengen berkelana gitu, makan dawet, naik andong, pake becak, etc

tapi sayangnya waktunya ga cukup......................

ada yang keburu-buru gituuuu

jadi bahagia itu sederhana kebukti ada :))))))))


ronamata

Guling, bantal dan kasur menjadi saksi
Betapa hidup dijalani mnjadi berarti
Sepotong penggalan sunyi
Dengan resep sang ilahi
Malam pun ikut menyenyap
Menghantarkan sang angin untuk melelap
Hingga simfoni pagi menyerebak rona
Dan terhisap berkali kali
Kemudian habis